Showing posts with label Profile Member. Show all posts
  • Fakta Member JKT48 : Nabilah Ratna Ayu Azalia

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Konnichiwa minnasan biggrin O genki desuka?
    Langsung saja ya, saya mau share sedikit Fakta tentang oshi saya di JKT48, yaitu Nabilah Ratna Ayu Azalia lol

    Fakta Member JKT48 : Nabilah Ratna Ayu Azalia


    ayuchin.jpg

    • Nama : Nabilah Ratna Ayu Azalia
    • TTL : Jakarta, 11 November 1999
    • Arti dari namanya adalah Perempuan yang cerdas, Seperti Permata dan Cantik Seperti Bunga
    • Gol. Darah : B
    • Dia anggota termuda JKT48 (GEN 1). Dia diterima jadi member JKT48 pada waktu kelas 6 SD, karena ia berbakat dan mempunyai tinggi yang minimal, sehingga dia diterima masuk JKT48
    • Hobby : menyanyi, dance, basket, dan renang.
    • Anime Favorite : Doraemon, Fairy Tail
    • MaPel Favorite : IPA, Art, Agama dan Bahasa Inggris
    • Punya Kakak dan adik, cowok semua
    • Lagu Favorite : Kiroro - Mira e (OST : FF IV)
    • Jikoshoukai (salam perkenalan) : ''Haaaiii...! Namaku Nabilah, aku si cerewet, Let’s have fun together''
    • Japanese food favorite : Sushi dan Tempura
    • Warna favorite : Pink, Merah & Coklat
    • Tempat liburan favorite : Pantai, terutama Pantai Anyer
    • Tokoh favorite : Lady Day
    • Artis Jepang favoritnya : AKB48, Kiroro
    • Oshi dan MD Nabilah di AKB48 : Tomochin, Takamina, Achan, Mariko Shinoda, Otsuko Maeda, Yuki Kashiwagi


    Sekian dulu ya (capek nulisnya biggrin )
    wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
  • Malam Terakhir

    BQ31k9KCIAEqBTj
    Malam Terakhir
    Namanya Ratu Vieny Fitrilya. Dia pacar ku. Entah apa yang membuat ku bangga akan kenyataan bahwa aku bisa memilikinya. Walaupun baru berjalan sekitar dua minggu, aku sangat bahagia karena dia menerimaku sebagai ‘pacar’ yang benar-benar dianggap. Mungkin karena selama ini aku selalu gagal dalam masalah asmara, bukan gagal dalam artian jomblo dalam waktu yang lama, tetapi hubungan asmara selama ini selalu gagal dalam waktu singkat.
    Vienny adalah anak seorang Anggota DPR. Aku sering merasa minder kalau menjemputnya untuk jalan, dengan motor ku ini. Tapi dia tidak pernah memikirkan itu. Tidak sedikitpun dia menatap ku sebelah mata hanya karena aku seorang anak dari kalangan menengah. Lagipula, Vienny mengenal ku akrab sejak kami masih duduk di bangku SMP, ketika itu dia baru naik ke kelas 2 SMP sedangkan aku berada 1 tahun diatasnya, kelas 3 SMP. Mungkin itu, penyebab ia bisa menerima ku apa adanya.
    Aku dan Vienny sekarang sudah menjadi mahasiswa, aku sudah memasuki Semester 3 sedangkan dia baru memulai perkuliahan sebagai Mahasiswa Baru pada tahun ini. Dia sekarang sedang duduk di samping ku. Sejak tadi ia terus bercerita tentang banyak hal. Seperti liburan Ujian SMA lalu ia pergi ke Tokyo. Karena dia telah melewati Ujian SMA dengan hasil yang cukup memuaskan sehingga dia bisa mendapatkan izin orang tua untuk liburan kesana. Vienny memang gadis yang bersemangat, dia memiliki senyuman yang sangat indah untuk ditatap, dengan matanya yang juga kelihatannya seperti ikut senyum mengikuti bibirnya yang indah.
    “Tau gak? Kemaren papah beliin aku sesuatu, tapi akunya ga suka. Aneh aja soalnya kalau dipakai. Aku kan sukanya Barcelona, malah dikasih baju Real Madrid. Huft.” Kata Vienny sambil menggelengkan kepala dan bibir dia yang sedikit manyun tanda bahwa ia cemberut.
    “Hahaha. Iyasih, tapi papah kamu udah beliin jauh-jauh loh dari Madrid waktu liburan kemaren kan. Biarpun kamunya ga seneng, mendingan disimpan aja. ” Aku menjawab sambil melemparkan senyum kearahnya.
    “Iyadeh iya. Bakalan aku simpan ko itu bajunya hehe.”
    “Dasar kamu ini. Emm.. kita pulang, yuk. Udah sore banget.” Aku mencoba mengalihkan pembicaraan.
    Sejak tadi siang, kami sudah berada di sini, di kantin kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik yang cukup elite dan ramai pengunjung. Aku agak risih juga, karena Vienny yang bayar. Padahal aku sudah berdiri dan ingin membayar, tetapi Vienny menarik tanganku dan ngomong kalau dia yang bayar semuanya.
    Akhirnya aku mengajak Vienny untuk pulang. Sudah beberapa jam dan ku rasa sudah cukup lama kami bertengger di kantin. Aku segera mengambill kontak motor ku, dan mempersilahkan Vienny untuk naik.
    “Oia, kita mampir kerumah Noel dulu ya, ada barang yang aku pesen sama dia dan tadi dia BBM kalo barang aku udah datang” pinta Vienny saat aku sudah mulai menarik gas motor.
    “Oke… oke..” kata ku.
    Noel adalah teman sekelas Vienny sesama Prodi (program studi) Teknik Informatika, sedangkan aku adalah mahasiswa Manajemen. Aku tidak terlalu mengenal Noella, tapi menurut cerita Vienny, dia adalah keluarga jauh nya.
    Sesampainya di sana, tiba-tiba saat hendak mematikan kontak motor, Vienny berkata keapada ku..
    “Kamu pulang duluan aja, ya.. Hm.. aku ada urusan keluarga gitu. Ntar papa aku yang jemput ke sini”
    “Yaudah.. Aku pulang, ya. Kamu jangan lupa hubungin aku kalau butuh apa-apa..”
    “Iya sayang..” lalu dia tersenyum.
    Ya, itulah aku. Aku rela melakukan ‘apa yang aku bisa’ untuk Vienny. Dia mau menerima ku saja, sudah suatu anugerah, masa’ aku tidak melakukan apa-apa untuknya? Pikir ku. Aku berlalu, segera menuju rumah, dan sesaat senyuman ku terbawa arus angin senja.
    **
    Seperti biasa, aku bangun pagi dengan langsung mengecek handphone. “Tidak ada lagi,” gumam ku. Iya, sejak kemarin sore, Vienny tidak menghubungi ku sama sekali. Aku hubungi dia pun, nomor nya seringkali tidak aktif. Tapi aku mencoba berpikir positif, toh aku baru dua minggu berpacaran dan belum tahu kegiatan apa saja yang sering Vienny lakukan setelah lulus SMA dan resmi menjadi mahasiswa. Kekhawatiranku berlanjut dan akupun bergegas menuju kamar mandi.
    Seusai mandi dan bersiap-siap, aku segera menuju kampus karena ada kelas pagi. Kali ini aku sedikit memakai gel rambut, agar terlihat lebih fresh di mata Vienny. Hehehe.. aku tidak sabar bertemu lagi. Setelah berpamit pada orang tua, akupun memanaskan motor bersiap pergi menuju kampus.
    Di kampus, sesaat setelah aku baru saja menempatkan motor di parkiran, handphone ku menerima sebuah pesan. Vienny!
    ‘Tunggu aku di kantin kemarin, ya.. aku pasti datang. Aku sayang kamu :*
    BS8_LaUCMAAI4Re
    Aku tersenyum dan bergegas menuju kelas dengan niatan ‘pengin cepat pulang’. Selama di kelas pun, tidak henti-hentinya aku tersenyum layakya penderita gangguan jiwa. Hahaha.. ada apa dengan ku..?
    Aku tidak tahu, yang jelas.. perasaan sayang kepada Vienny sekarang sudah tidak sekecil dulu. Perlahan.. perasaan ini kian membesar seiring senyum Vienny yang selalu menyemangati hari ku.
     **
    Usai dari kelas, aku segera menuju kantin tempat kami bertemu kamarin. Aku lihat cuaca tidak begitu mendukung. Perlahan langit semakin mendung tidak terkira. Hmm.. semoga Vienny datang.. pikir ku.
    Aku masih menunggu nya. Sudah cukup lama aku berada di kantin ini, dan sekarang sudah menjelang jam 4 sore sejak tiga jam lalu aku menunggu. Ku hubungi pun, handphone nya tetap tidak aktif. Ah! aku mulai kesal.
    Lama aku menunggu, hingga akhirnya hampir senja juga. Aku mulai ragu apakah Vienny akan datang. Lagipula hujan sudah turun selama beberapa saat. Kantin ini juga sudah akan tutup karena memang tidak buka sampai malam. Aku menyerah..
    “Bu, berapa semua?” kata ku, yang menanyakan bill pesanan makan dan minuman selama aku menunggu Vienny sejak tadi.
    “Tiga puluh ribu, Mas..”
    Aku merogoh saku, membayar dan kembali menuju meja ku tadi. Niat ku untuk menunggu, telah muncul kembali.
    “Saya masih boleh duduk di sini Bu??” kata ku dari arah meja, “masih hujan..”
    “Iya silahkan, Mas..” jawab ibu penjaga kantin sambil sibuk membereskan dagangannya. “Saya juga belum mau pulang”
    “Ah.. terima kasih Bu..”
    Aku masih menunggu. Sesaat aku termenung, seperti merasakan suatu firasat buruk. Aku mencari handphone ku di saku jaket. Ternyata benar, ada SMS dari Vienny. Rupanya selagi aku melamun, tidak terasa handphone ku bergetar.
    ‘Aku sedang menuju ke sana.. Tunggu aku..’
    Hah? Aku mencoba menghubunginya. Aku khawatir, kalau-kalau terjadi sesuatu sementara hujan sudah semakin lebat. Tapi lagi-lagi.. handphone nya tidak aktif. Ah.. aku hanya bisa menarik nafas tanda berpasrah.
    Kurang lebih jam 8 malam, hujan masih turun dengan sangat lebat. Ibu kantin sudah menutup sebagian warung dan membereskan beberapa kursi dan meja, kecuali tempat ku ini. Kelihatannya ibu itu juga belum mau pulang karena dia juga memakai motor. Aku bisa sedikit bernafas lega, karena aku masih bisa duduk di sini.
    Tidak lama kemudian..
    “Sayang..” Seseorang menepuk punggung ku.
    “Vienny? Kamu hujan-hujanan?” Iya, Vienny, dia berada di belakang ku sambil menyedekapkan tangan dengan tubuh yang basah. Saat aku bertanya, ia hanya tersenyum.
    “Bodoh..” kata ku, lalu melepaskan jaket dan ku pakaikan ke Vienny. “Kenapa mesti hujan-hujanan begini sih? Kalau kamu sakit gimana? Jangan diulangin untuk kedepannya! Aku gamau kamu kenapa-napa!!”
    “Aku kan nggak mau buat kamu kecewa.. Aku yang janji mau ketemu kamu, kan?” kata Vienny, dengan muka yang pucat dan bibir nya yang terlihat menggetar karena kedinginan.
    “Tapi begini kan, jadinya.. aku khawatir nanti kamu sakit..” kata ku, lalu memindahkan tempat duduk tepat ke sebelah nya. Aku mendekap Vienny, dan melingarkan tangan kanan ku di punggungnya. Seketika, dia menyandarkan kepala di dadaku. Aku rasakan.. dingin.
    Iya tubuh Vienny masih terasa dingin walaupun aku sudah memberikan jaket ku kepadanya. Aku rasakan.. sejenak semesta ku hanya mengizinkan satu nama yang ada di batin ku. VIENNY.
    “Permisi, Mas, saya pulang duluan!” tiba-tiba ibu penjaga kantin membuyarkan lamunan ku. Ekspresinya telihat sangat tergesa-gesa. Padahal, hujan masih sangat lebat dan kini disertai hentakkan petir yang dahsyat.
    “Ah.. ibu buru-buru sekali.. hati-hati ya!” kata ku, sambil tersenyum.
    Ibu itu tidak menjawab, seketika menaiki motornya dan berlalu membelah rintikan hujan. Aku bingung, namun mencoba kembali mengambil fokus pada gadis di sebelah ku ini.
    “Kayaknya belum bisa pulang, nih. Hujannya masih lebat banget“ aku mencoba menenangkan Vienny dengan sedikit membuka topik pembicaraan.
    “Biarlah.. aku masih pengin lama-lama sama kamu..”
    “Woow.. ya Tuhan.. ini nggak ngimpi, kann??” tambah ku, dengan sedikit bercanda.
    Dia hanya tersenyum, dan kini membalas pelukan ku semakin erat. Kami saling menyandarkan kepala. Perlahan… banyak kisah yang terlontar dari mulut kami. Indah… dan aku hanyut sekali lagi.
    **
    Perlahan, aku merasakan pening dan seketika bergumam, “Aku di mana?”
    “Mas.. gimana sih, kok malah tidur di sini,” seru seorang satpam yang berdiri di depan ku. Aku perlahan mengangkat kepala. Ya.. aku tertidur di meja kantin. Sesaat aku melihat jam tangan.Ah.. udah jam tujuh pagi..
    “Waduh!!” Aku teringat sesuatu yang lebih penting. “Pak, lihat cewek yang sama saya nggak? Di sini!” kata ku sambil menunjuk bangku yang Vienny duduki semalam.
    “Cewek mana toh, Mas?? Wong situ sendirian aja. Atau jangan-jangan mas semalem habis mesum, ya? Ngaku!”
    Aku malah semakin bingung mau bicara apa. Ck ah.. aku berlalu, kalau diteruskan, aku bisa dapat masalah jika masih berurusan dengan satpam itu.
    “Mesum gimana pak. Saya aja lagi bingung cari Cewek yang ada sama saya semalam. Yaudah pak, saya pergi dulu.” kata ku sambil melambaikan tangan. Mengambil kontak motor, dan pergi.
    “Woalaah… dasar bocah gendheng!” teriakan pak satpam terdengar di telinga ku. Aku hanya tertawa.
    Di perjalanan pulang, aku mendapat telepon. Aku angkat.
    “Kamu ke mana aja? Ini jasad Vienny sudah mau dimakamkan!!” kata Noella, teman sekaligus keluarga Vienny
    “Apa??!!” Seketika aku merasakan motor ku tidak seimbang. Dan jelas saja, aku terdiam dan sesaat menabrak trotoar. Aku pasrah..
    Setelah bangkit dari jatuh, aku segera berlari menuju Tempat Pemakaman Umum yang tidak jauh dari tempat ku jatuh. Aku sudah tidak perduli pada apapun. Yang hanya ada dalam pikiran ku sekarang adalah berita kematian Vienny.
    Akhirnya aku telah sampai. Dan benar saja, di sana ramai sekali, terutama dari kalangan pemerintah. Aku menangis.. Luka pada siku akibat jatuh tadi, tidak terasa lagi. Hati ku.. jauh lebih tersiksa.
    Aku berlari menuju ke arah segerombol orang yang sedang mengelilingi kuburan yang masih belum berisikan jasad. Aku lihat keranda mayat berlapiskan kain hijau masih dipanggul oleh beberapa pria termasuk ayah Vienny.
    “Vienny!!!” aku berteriak, tangisan ku sudah semakin menjadi-jadi sehingga aku tidak perduli terhadap siapapun yang menatap ku.
    Di saat yang bersamaan, ayah Vienny memberikan posisi nya yang semula mengangkat keranda, kepada orang lain. Lalu beliau menuju ke arah ku dengan tatapan kosong.
    Plakk!
    Dia menampar ku. “Kenapa Oom?? Apa salah saya??!!”
    “Kamu!! Gara-gara kamu. Anak saya jadi begini!! Kurang ajar kamu!”
    Seketika orang-orang termasuk ibu Vienny, menghampiri dan berusaha menenangkan ayah Vienny. Ada apa ini? Pikir ku, sambil masih memegangi pipi yang terkena tamparan cukup kuat dari ayah Vienny.
    “Sudah, Pak. Cukup. Apa yang bapak lakukan sekarang ini tidak bisa mengubah semuanya” kata ibu Vienny, lalu ia menatap ku, “Nak Herlambang, sebaiknya kamu pergi dulu, ya. Tante minta maaf atas perlakuan suami tante. Mohon pengertiannya.”
    “Tapi tante.. Saya..”
    “Pergi!!” bentak ayah Vienny, tiba-tiba. Aku hanya bisa berbalik.. dan meninggalkan pemakaman dengan hati yang semakin pedih. Perasaan yang campur aduk, di warung dan terjebak hujan ditemani oleh Sang Kekasih kemarin malam hanyalah ilusi, dan aku pun pasrah menerima semua kenyataan ini.
    **
    Tiga hari berlalu semenjak kejadian memilukan itu. Sekarang, aku sedang meng-amin-kan doa di makam Vienny. Ini pertama kali aku berani berkunjung ke sini karena ku rasa sepi.
    “Hey..”  Terdengar suara wanita dari arah belakang ku. “Sudah ku duga, kamu pasti di sini”
    “Hey..” kata ku, pada Noel, teman sekaligus keluarga Vienny.
    “Oh, iya, kamu belum cerita kenapa ini semua bisa terjadi?” Tanya ku, yang baru saja sadar kalau selama ini belum mengetahui perihal kepergian Vienny untuk selamanya.
    “Jadi begini..” lalu Noel bercerita kepada ku..
    Alangkah terkejutnya aku yang mengetahui, bahwa Vienny telah mengalami koma saat aku sedang menunggunya di kantin. Ternyata hari itu adalah hari pertunangan Vienny dan Andre, yang secara mendadak dibuat oleh ayahnya. Andre adalah anak seorang pejabat yang selama ini adalah sahabat kecil dari Ayah Vienny. Selama ini ayahnya hanya memberitahu kalau Andre keluarga jauh, padahal, Andre adalah calon menantu incaran ayahnya.
    Vienny yang marah akan perlakuan ayahnya, mendadak hilang akal dan berlari meninggalkan rumah. Hingga tanpa diduga, sebuah mini bus menabraknya hingga mengakibatkan pendarahan di kepala. Sesaat setelah itu, ia dilarikan ke rumah sakit dan mengalami koma dengan keadaan yang sangat kritis, hingga paginya. Harus terpaksa meninggalkan dunia.
    Aku masih merinding mendengar cerita dari Noel. Lalu.. siapakah yang menemani ku malam itu? Hatiku dipaksa untuk terus memikirkannya. Aku menangis.
    “Apa itu, caramu untuk tetap meyakinkan aku bahwa sebenarnya aku lah yang kamu ingikan?” Gumamku dalam hati sambil di selingi isak tangis.
    Perlahan Noel mengajak aku untuk pulang. Aku mengikuti Noel dengan langkah yang lumayan berat. Namun, sesaat seletah membalikkan badan dari makam, aku mendengar.
    ‘Iya. Aku hanya ingin, malam terakhir ku, bersama kamu…’
    Aku menoleh ke arah makam Vienny. Perlahan aku tersenyum. Semerbak wangi melati menyegarkan indera pernafasan ku. Aku bergumam kecil.
    “Terima kasih.. Telah menyayangi ku.”
    TAMAT!
  • Sepasang Bola Mataku

    Sepasang Bola Mataku
     Kinal Kinal Putri …… adalah orang yang selalu membuat hatiku gembira…
    Dia …… Orang yang selalu membuat diriku tersenyum…
    Dia …… Orang yang selalu memperhatikan diriku…
    Orang yang sabar dalam menghadapi segala amarah dan kekesalan diriku.
    Dia lah cinta pertamaku…
    Kami telah bersama selama 3 tahun, susah senang telah kita alami bersama. Hari-hari yang kulalui terasa begitu sangat berharga saat aku sedang bersamanya… Setiap hari aku hanya berharap, aku dapat menghabiskan waktu hidupku bersamanya sampai nanti aku menutup mata. Sampai pada saat itu apa yang aku takutkan terjadi, karena sifatku yang terlalu menyepelekan penyakit yang selama ini aku alami, membuatku harus melakukan medical checkup di sebuah rumah sakit untuk mencari tahu penyakit apa yang selama ini aku alami…
    Dan tanpa kusadari ketika aku memeriksakannya ke dokter, aku harus menelan suatu kenyataan yang sangat pahit, dokter memvonisku mengidap penyakit kanker otak stadium 4… Mendengar hal itu aku tak bisa berkata apa-apa dan lagi-lagi Kinallah yang langsung muncul didalam pikiranku. Aku tak ingin membuatnya menangis karena tahu umurku yang hanya tersisa kurang dari 3 bulan. Kenyataan ini sungguh pahit untukku… Aku tak tahu harus berbuat apa… Aku berfikir…! ”Apakah Kinal harus tahu tentang semua ini?? Tapi, Kinal pasti akan sangat terpukul mendengar semua berita ini… Apa sebaiknya aku sembunyikan saja ini semua sampai tiba saatnya nanti aku harus pergi meninggalkannya”…! ***
    Keesokan harinya aku menelpon Kinal dan mengajaknya bertemu di tempat pertama kali kami berdua bertemu, disitu aku berusaha meyakinkan Kinal bahwa semua baik-baik saja… Seperti biasa aku duduk di tepi pantai dengan mengenakan sweater biru pemberian dari Kinal~~~
    Tak lama kemudian Kinal datang, dia menanyakan keadaan ku yang ketika itu terlihat sangat pucat sekali…! ”Apa kabar sayang…? Bagaimana kemarin hasil check upnya ??”
    Tiba-tiba aku tersentak dan bingung ingin menjawab apa, karena aku ingin menjaga perasaan Kinal aku hanya menjawab, ”Aku tidak apa-apa, kata dokter aku hanya terkena sakit kepala biasa saja, sebentar lagi juga aku akan sehat… Kemudian Kinal menanyakan mengapa tiba-tiba aku memintanya untuk menemuinya disini…?!
    Seketika itu aku langsung menyenderkan kepala ku di bahunya… Kemudian aku bertanya kepadanya. ”Kinal apakah selamanya kita dapat terus bersama seperti ini,??” Kinal heran karena mendengar pertanyaanku tersebut, kemudian ia menatapku dengan tajam, karena mulai merasa tidak yakin dengan ucapanku tadi. ”Ada apa tiba-tiba kamu menanyakan hal itu, apa yang sebenarnya terjadi…?” Tanya Kinal. ”Tidak ada apa-apa aku hanya takut saja apabila aku harus kehilangan kamu, aku ingin kita terus bersama-sama selamanya… Sahutku! Iya, aku akan terus berada disamping kamu sampai matahari dan bulan tak lagi menampakan wujudnya, Jawab Kinal.
    #Ketakutanku pun semakin jadi. Tidak ingin kehilangan cinta sejatiku membuat air mata ku pun terjatuh, tak ingin Kinal tahu aku mengalihkannya dengan memeluknya… Setelah itu aku mengantarkan Kinal pulang kerumahnya karena malam yang sudah semakin larut. Sesampainya dirumah aku kembali memeluknya karena aku tak pernah tahu apa yang akan terjadi kepadaku selanjutnya. Aku merasa tak ingin melepas pelukan nya karena aku takut itu kan menjadi pelukan terakhirku bersamanya…
    Dalam hati aku berkata…! ”Tuhan apabila kau ingin mengambil nyawaku, ambilah, tapi ijinkan aku melihatnya tersenyum untuk terakhir kali, karena dia orang yang membuat hidupku menjadi sangat berarti!!! Sakit ini terus menghantuiku, setiap hari aku harus menahan rasa sakit yang teramat sangat, dan selama ini aku harus berbohong kepada Kinal, bahkan ketika aku dirawat. Aku bilang kepadanya bahwa aku ada kegiatan diluar kota.
    Semakin hari aku sadar bahwa hidupku sudah tak lama lagi, aku sudah tak tahu harus bagaimana menyembunyikan semua ini dari Kinal, aku tak ingin membuatnya menangis. Aku ingin memberikan sesuatu kepadanya yang bisa membuatnya tetap ingat kepada aku saat aku tak ada nanti.Aku ingat kalau 1 bulan lagi Kinal kan berulang tahun, aku ingin memberikan sesuatu kepadanya namun aku bingung dan tak tahu akan memberikan apa kepadanya?? Kemudian aku menceritakan semua masalah ini kepada Vhe sahabat dekat Kinal yang juga merupakan teman kecilku. Vhe sangat kaget dan shock mendengar bahwa aku mengidap penyakit separah ini, dia tak menyangka dengan apa yang aku alami… Dengan penuh air mata ia akhirnya bersedia menemaniku membelikan kado buat Kinal, namun kami berdua merahasiakan semua ini dari Kinal… ***
    Seminggu kemudian kami pergi berdua, pada saat itu Kinal mengajakku untuk pergi menemaninya namun aku selalu mengelak, Aku selalu bilang… ”Maaf saat ini aku sedang banyak tugas jadi aku tidak bisa menemani kamu pergi dalam waktu dekat ini… “Iya tidak apa-apa mungkin lain kali kita bisa pergi, setelah semua tugas-tugas kamu itu sudah terselesaikan… Jawab Kinal. Lalu aku pergi meninggalkannya untuk menemui Vhe di sebuah mall. Disana Vhe sudah menungguku sejak tadi, lalu kami berdua berjalan menuju sebuah toko perhiasan karena aku akan membelikan Kinal sebuah kalung yang didalamnya terdapat foto kami berdua… Namun tanpa aku sadari ternyata Kinal mengikuti kami dan dia salah paham akan apa yang dia lihat itu. Aku berusaha mengejarnya, namun dia sudah masuk kedalam mobil dan meninggalkan mall tersebut begitu saja …
    Namun ketika aku ingin menaiki motor ku tiba-tiba aku mendengar sebuah teriakan ketakutan orang yang melihat kecelakaan, dan ternyata mobil Kinal lah yang tertabrak tepat didepan mall tersebut, tanpa befikir panjang aku langsung berlari menghampiri Kinal, saat itu aku sangat panik dan merasa bersalah kepadanya, kemudian Vhe datang dengan mobilnya dan kami pun sesegera mungkin membawa Kinal kerumah sakit terdekat… Dijalan aku terus menangis dan menyalahkan diriku. ”Kenapa aku melakukan hal bodoh seperti ini? Aku tak bermaksud membuatnya kecewa, ucapku”!!! ”Ini bukan kesalahanmu, karena kau ingin memberikan sesuatu untuk Kinal, hanya keadaannya saja yang kurang tepat… sahut Vhe. ”Beruntung Kinal cepat dibawa kerumah sakit sehingga dia dapat tertolong, namun dia juga mendapat suatu kenyataan pahit. Dokter bilang bahwa dia tidak dapat melihat lagi kecuali dia mendapat kornea mata pengganti…
    #Mendengar berita tersebut aku pun segera menemui dokter yang menangani Kinal dirumah sakit, namun dokter berkata.” Persedian donor mata disini sedang kosong karena kurangnya pendonor. Kata dokter”. Apakah semua mata bisa menggantikan mata Kinal dok…? Tanyaku…! ”Ya semua dapat dicoba namun itu semua juga tergantung dengan bagaimana nanti hasil pada saat selesai operasi, karena semua adalah kehendak TUHAN…! Jawab dokter… ”Sadar bahwa hidupku sudah tak lama lagi aku akhirnya aku memutuskan bahwa nanti pada saat aku sudah tiada aku ingin Kinal bisa menggunakan kedua mata ku ini untuk melihat…
    Dan aku berharap aku akan selalu hidup bersamanya sampai kapanpun dengan mata ini… Sebelum aku meninggal aku menuliskan sebuah surat kepada Kinal dan surat itu aku letakan didalam sebuah kotak yang aku campur dengan sebuah kalung yang ingin aku berikan kepada Kinal, lalu aku menitipkanya kepada Vhe, karena menurutku hanya dia orang yang dapat aku percaya saat ini. ”Vhe, tolong berikan kotak ini saat Kinal sudah dapat melihat lagi dengan mata barunya, berikan ketika malam saat dia berulang tahun. Ujarku. ”Iya aku akan memberikan ini kepadanya. Jawab Vhe dengan penuh air mata yang menetes di pipinya…! ***
    ~~~”Kehidupanku pun berakhir… Dan dokter pun mengambil kedua kornea mataku untuk diberikan kepada Kinal. Dua hari setelah kepergianku dokter melakukan operasi dan operasinya pun berhasil, sampai pada saat Kinal bisa kembali melihat. Ketika dia bisa melihat dia menangis karena dia tidak melihat aku berada di dekatnya, yang terlihat hanyalah Vhe yang berdiri tepat didekatnya… Namun Kinal langsung mengusir Vhe keluar dan dia pun kembali menangis. Diluar Vhe hanya mampu menangis dan menatap Kinal… 2 minggu sudah aku pergi meninggalkan dunia ini…Sejak itu dia tak pernah lagi mendengar kabar tentangku. Hingga tiba hari ulang tahunya. Dia hanya berdiri ditempat dimana dulu kita selalu bersama, kemudian Vhe datang menghampirinya dengan membawa sebuah kotak. Kinal kembali mengusirnya… Pergi kamu dari hadapanku, aku tak ingin melihat kau ada disini, pergi sana bersama Anton tinggalkan aku sendiri, bentak Kinal. ”Vhe pun langsung memeluk Kinal sambil menangis. ”Anton sudah tidak ada Kinal. Dia sudah meninggalkan kamu 1 bulan yang lalu, dia meninggal karena telah lama mengidap kanker otak.TUHAN sungguh baik kepadanya karena tidak membiarkan Anton menahan sakit terlalu lama, maafkan aku waktu itu telah pergi bersamanya, karena pada saat itu aku hanya menemaninya membelikan ini untuk kamu, ujar Vhe sambil menyerahkan sebuah kotak yang dia bawa.” Apa ini? Tanya Kinal. ”Bukalah… ucap Vhe”. Didalam kotak Kinal menemukan sebuah kalung dan sepucuk surat didalamnya ternyata didalam surat itu terdapat sebuah pesan singkat dan puisi dari Anton untuk Kinal.
    “Maaf jika aku harus meninggalkanmu lebih cepat karena Tuhan mempunyai kehendak lain terhadap kita.
    ### Kehilanganmu merupakan suatu kehilangan besar untuku karena kau adalah bidadari yang selalu ada di saat aku sedang terlelap, disaat aku sedang berada didalam gelap kaulah cahaya yang selalu menemaniku dan memberikan sinarmu dalam tidurku hingga aku terjaga… Ini adalah kenyataan terburuk yang pernah aku terima sepanjang hidupku namun aku berterima kasih kepada TUHAN karena telah memberikan aku suatu hal yang terbaik, salah satunya adalah aku bisa memiliki kamu sampai saat ini…Aku berharap kamu akan tetap melanjutkan hidupmu seperti biasa, biarkan aku disini terus melihat senyumanmu, senyuman yang selalu membuat warna warni dalam hidupku, senyuman yang selalu membuatku semangat menghadapi hidupku, aku yakin cinta kita akan tetap abadi sampai kapanpun, sepasang bola mataku ini aku titipkan kepadamu agar aku bisa selalu ada dan hidup dalam hatimu… Jangan lagi kau tangisi kepergianku ini karena ku akan sedih jika apa yang telah aku berikan tidak kamu gunakan sebagai mana yang selama ini aku harapkan… Selamanya aku akan tetap menjagamu sampai akhir waktu di dunia ini…” ###
    Kinal pun menangis saat membaca surat itu dan merasa tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Tidak mungkin Anton pergi meninggalkan aku secepat ini, Dia telah berjanji untuk menemani aku sampai nanti, tidak mungkin secepat ini… Ucap Kinal dengan tubuh yg mulai melemas, Vhe pun segera memeluknya…
    “Sudah Kinal ini semua adalah takdir dari TUHAN, yang terpenting sekarang kamu harus menjaga baik-baik mata dan kalung ini… Karena sampai kapanpun Anton pasti akan selalu ada, dan dia akan selalu hidup didalam hati kamu”… Ujar Vhe yang berusaha menenangkan Kinal… Akhirnya Kinal pun merelakan kepergian aku dan kembali melanjutkan hidupnya, dengan menggunakan mata baru yang aku berikan untuknya. Ini menjadi hadiah spesial buat Kinal di hari ulang tahunnya itu… Dan sampai kapanpun juga cinta kami akan tetap abadi karena sekarang aku selalu ada dan hidup didalam hati Kinal, untuk selamanya…!!!
    ***
  • Kalung Bertuliskan Stella

    Kalung Bertuliskan Stella
    Kalung Bertuliskan Stella
     
    Aku berjalan di lereng gunung yang suasananya sangat sejuk. Aku terus naik keatas dan kutemukan tempat untuk singgah sejenak. Tapi tak ku sangka disana ada seorang gadis yang manis parasnya, rambutnya terurai panjang, dan senyumnya sangat menawan. Kucoba tuk dekati gadis itu dan berkenalan dengannya.
     
    “Hai! Siapa nama kamu? Apa aku boleh kenalan sama kamu?” tanyaku pada gadis tersebut.
    “Iyaa, namaku Stella. Boleh kok kalau mau kenalan. Nama kamu siapa?” jawabnya dengan senyuman yang ramah.
     
    “Ohh, Stella ya? Kenalin, aku Hilman. Kamu ngapain duduk sendiri disini? Mana hampir senja lagi. Apa kamu nggak dicari orang tuamu?” tanyaku panjang lebar.
     
    “Aku udah izin orang tuaku kok. Lagian aku disini juga buat lihat matahari terbenam. Indah banget kalau dilihat dari puncak seperti ini. Lagi pula aku nggak sendiri, di tempat yang sana juga banyak orang tuh.” Jawabnya sambil menunjuk ke tempat duduk yang lain.
     
    “Hmmm, begitu rupanya. Yaa, yaa. Boleh aku temenin kamu disini? Boleh dong?” bujukku.
    Agak lama Stella menjawab pertanyaanku, akhirnya dia mengizinkan aku. Lama aku dan dia ngobrol bersama. Kami membicarakan banyak hal, terutama soal music. Tidak aku sangka, dia sangat menyukai music dan juga suka bernyanyi.
     
    Hari semakin larut. Aku dan Stella pulang kerumah kami masing-masing. Aku tak sabar ingin mendatangi tempat itu lagi dan bisa ngobrol panjang lebar dengannya. Aku harap hari esok segera datang..
     
    “Kring… Kring…” suara alarm jam aku pun berbunyi menunjukkan bahwa sudah pukul sembilan pagi. Aku bangun dan segera mandi. Lalu aku bergegas makan pagi setelah itu. Aku sudah tidak sekolah karena aku sudah bosan. Aku berencana untuk langsung mengikuti UNAS saja, dan sekarang aku fokus ke musikku 
     
    terlebih dahulu. Aku menyalakan computer dan membenahi aransemen musikku yang kurasa masih kurang. Lama sekali aku melakukan itu. Hingga tak terasa jam sudah menunjukkan jam setengah lima sore. Aku mandi, makan dan menuju ketempat special bagiku. Kali ini aku membawa gitarku kesana. Tapi Stella 
     
    belum ada. Aku sedikit sedih. Maka aku pun menyanyikan lagu favorit aku, “You Are Not Alone” karangan The King Of Pop. Aku selalu menyanyikan lagu itu saat kesepian.
     
    Tiba-tiba saja dari belakang ada yang menepuk pundakku sambil berkata, “Hayoo, lagi nungguin siapa?”. Tentu saja aku merasa kaget. Tapi aku mengenali suara itu dan aku yakin itu dia. Seraya aku menjawab,”Nungguin kamu”. Dia hanya tersenyum saja. Stella memulai pembicaraan.
     
    “Tumben kok bawa gitar segala? Mau ngamen yaa? Hahaha.” Tanyanya sambil meledekku.
    “Yeee, enggak tahu! Aku bawa gitar untuk nyanyi aja. Siapa tahu kamu mau nyanyi bareng aku.” Jawabku sambil berharap.
     
    “Yaudah, iringin aku lagu Adele bisa nggak? Kalau nggak bisa ya aku nggak mau.” Pintanya.
    “Yang judulnya apa? Lagunya Adele kan banyak.” Tanyaku.
    “Yang judulnya “Someone Like You”. Jawabnya.
     
    Aku hanya senyum dan mulai memainkan gitarku. Aku tak menyangka kalau dia juga menyukai lagu ini. Aku sangat bahagia saat itu.
     
    Stella mulai bernyanyi kata demi kata, bait demi bait. Suaranya sangat bagus. Aku merasa sangat nyaman saat itu. Tapi aku tidak tahu apa dia juga merasakan hal yang sama. Kami baru dua hari bertemu, tapi aku merasa senang saat bersama dia. Cara bicaranya, tingkah lakunya, seperti sudah lama aku kenal.
     
    Akhirnya lagu yang dinyanyikan pun selesai. Kami berdua tertawa menyudahi lagu itu.
    “Gimana suaraku? Bagus enggak?” Tanya Stella.
    “Bagus kok. Kenapa nggak jadi penyanyi aja sih?” tanyaku balik.
    “Aku pengin jadi penyanyi, cuman aku belum menemukan jalannya. Sekarang aku juga udah punya 
     
    job sampingan kok, jadi model. Eh, tapi cuman model biasa sih, belum terkenal banget. Tapi aku percaya, suatu hari aku bisa jadi penyanyi. Apapun yang kita lakukan tidak akan sia-sia, entah hasilnya sekarang atau nanti.” Terangnya panjang lebar.
     
    “Iyaa. Aku percaya kok kamu pasti bisa. Aku akan dukung kamu dari sekarang. Karena aku juga punya cita-cita yang sama ma kamu. Semoga semua itu juga bisa tercapai.”
     
    Stella hanya tersenyum manis dan mengatakan terima kasih.
    Hari sudah larut. Karena asik bernyanyi dan ngobrol, kami tidak melihat matahari terbenam saat itu. Kami berdua turun dan pulang kerumah.
     
    Walaupun kami sudah dekat, kami tak pernah punya pikiran untuk berpacaran. Kami lebih suka bersahabat seperti ini karena kami bisa bebas dan tidak terikat aturan apapun.
     
    (*)
    Sudah lebih dari sebulan aku dan Stella menjalin persahabatan. Aku sempat menciptakan lagu untuk kami berdua dan berharap suatu hari aku bisa menyanyikan lagu itu bersamanya. Tapi hal yang menyedihkan justru terjadi setelah itu. Kami bertemu ditempat special kami untuk terkahir kalinya.
     
    “Maafin aku yaa, mungkin ini terakhir kali bisa ketemu kamu disini.” Ucap Stella sedih.
    “Apa? Memang kenapa? Kamu mau pindah rumah?” tanyaku kaget.
    “Bukan, aku keterima audisi idol group sebagai penyanyi dan penari. Dan audisi finalnya sudah tidak lama lagi.” Jawabnya.
     
    “Ohh, selamat ya. Akhirnya mimpi kamu bisa tercapai juga. Aku ikut senang.”
    “Kamu enggak sedih kan? Enggak marah kan sama aku? Tanyanya.
    “Enggak kok, aku malah bahagia. Kamu bisa meraih mimpimu. Dari awal aku kan udah bilang untuk 
     
    dukung kamu. So, whatever it takes, I will be. Walaupun mungkin kita berpisah, aku tetep inget kamu. Tak peduli walaupun musim berganti, dan waktu berlalu tanpa kamu, kamu selalu dihatiku. Kamu sahabat aku, dan aku selalu dukung kamu.” Terangku panjang lebar.
     
    “Terima kasih yaa. Aku akan selalu inget kamu juga. Walaupun aku terkenal nanti, kamu masih sahabatku. Dan selalu seperti itu. Terima kasih.” Ucapnya sambil terharu.
     
    Dihari perpisahan itu juga aku memberikan kalung bertuliskan “Stella” untuknya. Aku berharap dia mau menggunakan itu. Dimanapun, dan kapanpun.
     
    “Aku punya kalung, tulisannya sesuai dengan nama kamu. Aku harap kamu mau pakai ini dimanapun dan kapanpun sebagai tanda kalau kamu masih inget sama aku. Kalau ada hari dimana kamu nggak pakai 
     
    kalung ini, saat itu juga kamu melupakan aku. Dan kalau kamu merindukan aku, pakai kalung ini dan semoga rasa rindumu berkurang. Pakai yaa..” pintaku pada Stella.
     
    Dan dihari itu pula Stella mulai mengenakan kalung dariku. Aku bahagia, begitu juga dia.
    Kami mengakhiri perpisahan itu dengan menyanyikan lagi lagu yang pertama kali kita nyanyikan, 
     
    “Someone Like You”. Selesai itu, kami pun pulang. Kami memulai kehidupan baru. Aku menjalani hariku tanpa Stella, dan Stella menjalani lembaran barunya sebagai seorang entertainer.
     
    (*)
    Setelah sebulan tak mendengar kabarnya, aku mendengar ada sebuah idol group yang sedang
    naik daun di Indonesia. Aku sempat berpikir, apakah ini idol group yang dimaksud Stella? Apakah 
     
    diajuga menjadi salah satu anggota dari group tersebut? Aku masih belum tahu, dan aku mencari tahu. Aku mencari info ke google tentang idol group yang di panggil dengan sebutan JKT48 itu.
    Dan ternyata benar. Stella Cornelia adalah salah satu anggota dari group tersebut. Aku langsung
    merasa sangat bahagia. Aku mulai berpikiran bahwa dia mungkin sudah melupakan aku. Janjinya yang dulu dia katakan padaku mungkin sudah pudar. Sesaat pun aku kembali masuk dalam perasaan sedih.
    Aku menyanyikan lagu yang sering aku nyanyikan stelah Stella pergi.
    Dihatiku kau takkan berubah, selamanya takkan pernah terganti.
    Semakin kurasa sepi, semakin kuingat kau.
    Lagu ini selalu kuingat, tiap kunyanyikan terbayang dirimu.
    Tak peduli waktu berlalu, kau selalu dihatiku..


    Begitulah kiranya aku bernyanyi. Aku menyudahi itu. Aku kembali melihat foto-foto Stella bersama member yang lainnya. Ada satu foto dimana aku melihat dia menggunakan kalung yang
     
    dulu aku berikan. Sontak aku kembali bahagia. Sangat bahagia. Aku mencari foto lain, dan ternyata
    banyak sekali foto yang menunjukkan bahwa kalung pemberianku masih dia gunakan. Dia belum melupakan aku. Aku yakin.
     
    Aku langsung mencari info lebih detail lagi tentang idol group yang satu ini. Setelah tahu
    banyak tentang sister group AKB48 dari jepang ini, aku memutuskan untuk menjadikan Stella Cornelia sebagai oshimen aku. Aku akan terus mendukungnya seperti sebelumnya.
     
    (*)
     
    Sudah hampir setahun Stella dan JKT48 melalang buana di industry music Indonesia. Dia telah mencapai mimpinya bersama JKT48. Aku selalu ingat kata-katanya, “Apapun yang kita lakukan
     
    tidak akan sia-sia, entah hasilnya sekarang atau nanti.” Stella menjadi inspirasiku. Kini saatnya aku
    menunjukkan padanya bahwa aku juga bisa mencapai mimpiku. Dan saat mimpiku itu tercapai, aku akan bertemu lagi dengannya.
    ***
  • Sepeda Untuk Shania

    Sepeda Untuk Shania
    Sepeda Untuk Shania
     
              Aku berjalan menuju sekolahku. Pagi itu masih segar udaranya. Beberapa teman melewatiku
    dengan sepedanya. Aku percepat langkahku. Setelah melewati sebuah supermarket berlabel
    Tujuh11, aku bertemu dengan seorang wanita memakai seragam yang sama dengan sekolahku.
    Rambutnya panjang, wajahnya manis
    “Shania.” Sapaku pada wanita itu.
    “Hei…” Balas Shania.
    “Shan, udah ngerjain PR matematika?” Tanyaku.
    “Baru selesai 13 nomer, abisnya susah.”
    “Iya sih, MATEMATIKA, Makin Tekun Makin Tidak Karuan ya, Shan.”
    “Hahaha lucu banget sih kamu.” Ucap Shania.
    “Emanganya Badut, lucu.” Balasku.
              Aku dan Shania berjalan bersama. Kini aku dan Shania memasuki gerbang sekolah. Aku
    menghampiri teman-temanku dikantin dan Shania menghampiri temannya di lorong sekolah. Bel
    sekolah berbunyi. Aku segera kekelasku yang dilantai dua.
              Mentari sinari ruang kelas, hawa tepat tuk terbuai lamunan. Melihat Shania yang duduk di
    depanku, membuat rasa ingin memanggil namanya. Ibu guru menyebut absen murid kelas.
    “Shania Junianatha?” Panggil ibu Guru. Aku dan Shania mengangkat tangan bersamaan.
    “Aa.. A, a, azzeeekkk. Yang dipanggil satu, yang nyaut, duaaaa.” Ledek Ochi.
    “Sudah, sudah.” Bu Guru menenangkan.
    “Eh, Shan, maaf yah.” Ucapku.
    “Iyaa, gapapa kok.” Balas Shania sambil tersenyum.
               Pelajaran dimulai, Shania masih sesekali menoleh kebelakang dan senyum padaku. Dan Ochi
    pun juga meledek.
               Bel istirahan berbunyi. Aku keluar dari mejaku, begitu juga Shania. Saat aku berjalan, aku
    sempat menabrak ia yang didepanku. Ia membalikkan badannya dan tersenyum. Ah, kenapa harus
    tersenyum padaku? Membuat aku ingin mimisan saja melihat senyumnya yang manis.
               Kantin siang itu cukup ramai. Aku duduk bersama teman-temanku didekat tembok. Shania
    duduk dengan Ochi di tengah. Dari tempat dudukku, masih bisa terdengar suara Ochi dan Shania.
    “Ochi makan Mie, Shania makan ayam, jadi Mie-Ayam.” Ucap Ochi.
    “Terus, Chi?” Tanya Shania
    “Jadi kita samaan. Toss!” Ochi menepuk tangan Shania.
    “Dasar singit, Ochi.. Ochi..” Ucap Shania.
    “Emang layangan koang, singit.” Balas Ochi.
            Saat Shania sedang mengambil kecap, Ochi mencolek Shania.
    “Shan, mau liat orang gila gak?” Tanya Ochi.
    “Siapa?”
    “Tuh.” Ochi menunjuk kearahku.
            Shania melambaikan tangan ke arahku. Senang bukan main pastinya diriku. Shania
    melanjutkan senyumnya, ia kemudian menunjuk tangannya ke arah gelasku. Ah, pantas saja Ochi
    bilang aku orang gila, ternyata aku memasukkan saos ke gelas es jerukku. Shania dan Ochi masih
    mentertawaiku.
            Setelah jam pelajaran terakhir, aku dan murid-murid sekolah berkerumunan keluar sekolah.
    Saat aku sedang berjalan, dari belakang, temanku menepuk pundakku.
    “Sepedanya udah ada tuh.” Ucap temanku.
    “Mana?” Tanyaku.
    “Dibelakang sekolah, kok tumben sih pengen naik sepeda?”
    “Gapapa, biar ada kenangannya aja.”
             Aku dan temanku ke halaman sekolah untuk mengambil sepedanya. Aku cek rantai dan rem
    sepeda itu. Setelah kuperiksa aman, aku bawa sepeda itu.
             Ku kayuh sepeda itu. Rasanya cukup nyaman. Di ujung jalan kulihat ada Shania.
    “Shan..” Panggilku.
    “Eh, itu sepeda siapa?”
    “Bareng yuk, mau gak?”
    “Hem , tapi…”
    “Tapi kan Shania kalo jalan kaki capek, yuk.” Ajakku.
             Shania duduk dibelakang dengan posisi miring. Ia memangku tasnya. Aku terus mengayuh
    sepedaku.
    Sampai sudah dirumah Shania.
    “Makasih yah.” Ucap Shania sambil tersenyum.
    “Iya sama-sama, eh, Shan.”
    “Ya?”
    “Kalo besok pagi, bareng lagi kesekolah, terus pulangnya temenin ke toko buku mau gak?
    Tanyaku.
    “Hem… Mau sih. Besok pagi ketemu dimana?”
    “Didepan rumahmu, gimana?”
    “Oke, sampai besok yah.”
              Aku hanya membalas senyum manis Shania dan pergi dari rumahnya. Shania masuk ke dalam
    pagar dan melambaikan tangannya padaku.
    *
              Pagi itu masih terasa sejuk. Aku sudah tiba didepan rumah Shania. Ia sudah berdiri sambil
    memakai cardigans berwarna biru. Ia tersenyum dan langsung duduk di bagian belakang sepeda.
    Perjalanan sepeda pagi cukup menarik, mulai membahas PR Bahasa Indonesia.
    “Shan, udah ngerjain PR bikin cerpen?” Tanyaku.
    “Udah dong, judulnya Sepeda Untuk Berdua, kamu?” Tanya Shania.
    “Udah, judulnya Hari Pertama.” Jawabku.
    “Hihihi.” Shania tertawa lucu.
    “Kok ketawa?”
    “Iya, kalo cerpen kita berdua digabung, Hari Pertama Sepeda Untuk Berdua, itukan kemarin.”
              Aku merasa sangat senang saat Shania bicara seperti itu. Semua terasa sangat indah, seolah
    dunia hanya milik berdua, sampai akhirnya….
    “Azzeeekkk… Sepedaan berdua.” Ochi datang dari belakang naik ojek motor.
    “Duh, Ochi.” Ucapku pelan.
    “Apa lu? Duh aduh, emangnya Ochi kenapa?” Tanya Ochi.
    “Kayak yang malem Jumat, masa tiba-tiba nongol.” Jawab Shania.
    “Ciee, Ochi naik ojek motor, kalo Shania naik ojek cinta, dadaaahh.” Balas Ochi.
              Ochi dan ojeknya langsung melaju cepat setelah meledek aku dan Shania.
    Kini gerbang sekolah telah terlihat, Shania turun dari sepeda dan masuk duluan. Aku menaru
    sepdeda dan merantai dan gembok dekat pagar halaman sekolah.
    *
               Pulang sekolah ditandai dengan bel. Shania menungguku di depan sekolah. Aku mengeluarkan
    sepda dan kami naiki sepeda itu berdua.
               Aku dan Shania menuju toko buku dekat komplek rumah kami.
               Sesampainya, aku langsung menuju rak buku mancanegara, dan mengambil buku berjudul
    Australia. Setelah kubaca beberapa halaman, aku kembali menghampiri Shania.
    “Beli buku nggak, Shan?” Tanyaku.
    “Enggak, liat majalah aja, kamu?”
    “Tadi Cuma mau baca buku doang bentar, eh makan yuk.”
    “Dimana?”
    “Udah ntar pasti suka.”
              Di sebrang toko buku itu ada sebuah cafe kecil. Di cafe itu tertuliskan “Warung Pemadam
    Kelaparan”. Aku dan Shania duduk di depan dekat jalanan. Angin sore mulai terasa.
    “Mau makan apa, Shan?” Tanyaku
    “Hem disini yang spesial apa?”
    “Kalo yang spesial disini, tumis kaktus, kucing saus tiram, tapi kalo yang spesial dihatiku ya kamu.”
    “Gombal.” Balas Shania sambil tertawa.
    “Gombal mah yang dipinggir jalan.” Balasku.
    *
               Sore mulai menyapa, aku dan Shania masih bersepeda. Saat bersepeda menuju jalan pulang,
    ada sebuah turunan yang curam di depanku.
    “Shan, berani gak?” Tanyaku.
    “Turunan doang? Berani lah.”
    “Tapi gak pake rem.”
    “Terus berentinya gimana?”
    “Detak jantung kita yang berentiin.”
    “Mati iyadeh.”
    “Berani gak, Shan?”
    “Siapa takut.” Balas Shania sambil memelukku.
                Aku hanya mendorong sedikit sepedaku dan sepeda melaju kencang, kurasa angin
    menghembus kemejaku. Pelukan Shania dari belakang makin erat. Aku merasakannya. Kami berdua
    berteriak.
                Saat sampai diujung turunan, aku menekan rem. Aku dan Shania masih mengatur nafas karena
    sepeda kami terlalu kencang tadi. Shania turun dari belakang sepeda dan berdiri di sebelahku.
    “Hah, gila, tegang banget yah.” Ucap Shania.
    “Iya, Shan.” Balasku.
    “Itu hidungnya kenapa?”
    “Ha?” Aku memegang hidungku dan ada cairan berwarna merah.
    “Ih, kok mimsan, nih tissue.” Shania memberikan tissue padaku.
    “Yah, mimisan deh.” Jawabku sambil mengelap darah dihidung.
    “Iya, kok bisa deh?”
    “Abisnya, tadi Shania meluknya kenceng banget.”
    “Terus?”
    “Terus, akunya seneng banget.”
    “Ih… Bodoh deh.” Balas Shania sambil mencubiti aku.
    Kami berdua jalan bersama sambil menenteng sepeda dan bergandengan tangan sore itu.
    *
                Suasana kelas kosong pagi itu cukup ramai. Aku di depan pintu kelas bersama teman-temanku,
    Ochi yang sedang duduk sendiri dikursinya, dihampiri Shania.
    “Ochi, mau curhat dong.” Minta Shania.
    “Azeeekk, pasti curhatin pria ojek cinta itu kan?”
    “Apaan sih, eh tapi ya, kemarin tuh seru banget gue sama dia, makan bareng, pulang bareng.”
    “Cie Shania jatuh cinta.” Ledek Ochi.
    “Ah, mungkin bagi dirinya hanya teman sekelas saja, yang jalan pulangnya searah.” Lanjut Shania.
    “Keberadaannya seperti angin ya? Kayak numpang lewat gitu?”
    “Iya, Chi. Kadang selalu bercanda, padahal kita selalu saling bicara.” Lanjut Shania.
    “Kenapa gak ngomong aja?” Tawar Ochi.
    “Ngomong apa?”
    “Ngomong ke dia, tentang perasaannya Shania, daripada nyesel.” Tantang Ochi ke Shania.
    “Gak tau deh, Chi. Bingung.” Jawab Shania.
    *
               Aku menenteng sepedaku, Shania berjalan di sebelahku. Pagar rumah Shania terlihat. Aku
    berdiri di depan rumahnya.
    “Shan, boleh minta tolong gak?”
    “Apa?”
    “Sepeda ini besok kamu yang bawa yah kesekolah.”
    “Lho, kenapa?”
    “Gapapa sih, besok kayaknya aku telat, mau ya?”
    “Yaudah deh, mampir gak?” Tawar Shania.
              Ini adalah kali pertama Shania menawari aku untuk mampir kerumahnya. Aku mengiyakan
    ajakannya.
              Aku duduk diteras , Shania keluar dari dalam rumah membawakan sirup berwarna merah dan
    makanan kecil.
    “Shan, enak yah sore-sore disini, hehe.” Ucapku.
    “Enak pemandangannya, apa sama aku?” Tanya Shania.
    “Hem.. Pemandangan indah, bisa tambah indah tergantung sama siapa nikmatinnya.”
    “Emang kenapa sih sama sepedanya?” Tanya Shania.
    “Gapapa, pokoknya besok Shania bawa yah ke sekolah.”
                Setelah menghabiskan minum, aku pamit pada Shania untuk pulang. Kebetulan orang tua
    Shania sedang tidak dirumah, jadi aku tidak berpamitan pada mereka.
    Aku keluar pagar dan masih tersenyum pada Shania.
                Saat Shania sedang melihat sepeda itu, ia menemukan sepucuk surat yang terselip di kursi
    belakang, di surat itu tertulis, “baca dikelas yah, Shania.”
    *
               Shania mengayuh sepeda itu sendirian menuju sekolah, tanpa diriku. Sesampainya dikelas, ia
    membuka surat itu. Dibacanya surat dengan tulisan tanganku.
     
    Shania, maaf aku gak bisa ngomong langsung.
    Sepedanya gimana? Enak kan?
    Hem… Maaf, mulai semalam aku pindah ke Australia.
    Aku minta maaf banget sama kamu, aku gak bisa ngomong langsung, aku benci perpisahan.
    Aku harap kamu bisa ngerti, Shan.
    Aku nyaman kalo ada di dekat kamu, berdua sama kamu.
    Maafkanlah Shania, ampunilah diriku ini yang tidak menyatakan cinta, aku adalah lelaki yang jahat.
    Aku gak kemana-mana kok, cuma beda jarak aja sama kamu, sepeda itu tetep ada buat kamu.
    Kalo kamu baca surat ini, kamu pasti udah nyobain rasanya naik sepeda itu tanpa aku.
    Aku harap kamu betah naik sepeda itu, sampai… two years later, pas aku balik, buat kamu
                Shania meneteskan air mata saat membaca surat itu. Lalu ia menengok ke belakang, tempat
    dimana aku biasa duduk di kelas. Ochi yang heran melihat Shania bersedih, langsung segera
    menghampiri ke meja Shania.
                Shania tidak berkata sedikitpun saat Ochi menghampirinya, Ochi mengambil surat di tangan
    Shania, lalu membacanya. Ochi menengok ke meja belakang, lalu tersenyum.
    ***

  • Sonia Natalia

    Sonia Natalia
    "Meskipun aku cengeng, tapi aku selalu tersenyum, namaku Sonia"
    Nama                 : Sonia Natalia

    Tanggal Lahir      : 17 Desember 1997

    Gol Darah           : O

    Horoscope          : Sagitarius

    Tinggi Badan       : 153 cm

    Nama Panggilan  : Sonia, Wawa

    Facebook
    Twitter
    Google +
    Instagram
    1. Sonia lahir di Semarang
    2. Sonia suka dengan Doraemon, dan dia punya banyak stuff Doraemon
    3. Hewan kesukaan Sonia adalah anjing
    4. Sonia mempunyai anjing dan menamainya Brandy
    5. Sonia itu type orang yang gampang menangis
    6. Sonia adalah adik dari Stella
    7. Sonia anak ke 2 dari 2 bersaudara (bungsu)
    8. Oshimen di AKB48 adalah Itano Tomomi
    9. Lagu AKB48 favorit Sonia adalah Kaze Wa Fuiteru
    10. Dia suka dengan warna Biru dan Putih
    11. Penggemar Barcelona
    12. Buku favorit Sonia adalah Sunflower abu abu
    13. Wawa suka memakai sepatu yang bawahnya datar
    14. Makanan favoritnya ialah sushi
    15. Olahraga yang dia gemari adalah hands ball dan futsal
    16. Sonia Suka mendengar atau membaca cerita horror
    17. Sangking sukanya ama Doraemon, Sonia mengoleksi semua komik Doraemon
    18. Nomor favorit 17
    19. Sonia sangat suka dengan poninya, dan dia suka memperbaiki poninya
    20. Iklan yang pernah dia ikuti itu Mio J, Pocari Sweat, Laurier, Sharp
    21. Penampilan pertama Sonia bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 14
    22. Dia dipanggil Wawa setelah di tampil di acara Bukan Empat Mata
    23. Sonia bisa bahasa China
    24. Sonia suka di troll ama kakaknya sendiri :v
    25. Motivasi Sonia masuk JKT48 untuk menambah bakat dan menambah pengalaman dia
    26. Sebelum audisi dia deg-deg an, tapi setelah kepilih dia seneng banget
    27. Harapan untuk JKT48 agar sukses kedepannya
    28. Rumahnya pernah didatangi oleh member SKE48, Akane Takanayagi (Churi)






  • Diasta Priswarini



    Diasta Priswarini
    Nama             : Diasta Priswarini
    Tanggal Lahir             : 9 September 1991
    Gol. Darah     : O
    Tinggi Badan             : 166 cm
    Nama Panggilan     : Diasta, Nyash
    Diasta's official member profile on Youtube 
    With VOJ (Voice of June) - Dearest
    Facebook 
    Twitter
    Google+
    1. Pecinta J-culture dan pernah menjadi vokalis band beraliran J-pop
    2. Sempat mempunyai akun di AKB48 Indonesian Forum (AIF), forum fans 48 family terbesar dan tertua di Indonesia Dengan ID: nyash
    3. Hobi bermain game, dan cukup mahir bermain piano.
    4. Saat masa karantina, Diasta-lah yang mengajari Ghaida dance, dia juga dikenal paling dekat dengan Ghaida.
    5. Teman dekat Natsuki Kojima (Nattsun AKB48) di Google+
    6. Kuliah di jurusan arsitektur
    7. Mengidolakan Mayuyu, Yuko Oshima, dan Laruku
    8. Tampil 28 kali di show teater Setlist pajama Drive generasi pertama, 8 kali mengisi unit song Tenshi no Shippo dan 19 kali mengisi unit song Kagami no Naka no Joan D'arc (Diasta satu kali datang terlambat sehingga tak mengisi unit song). Presentase jumlah penampilan Diasta di setlist Pajama Drive Generasi Pertama adalah 41%
    9. Hanya mengisi suara rekaman di satu lagu pada album Heavy Rotation, lagu Namida Surprise
    10. Menyukai Anime, (diantaranya: Hunter x Hunter, Fairy Tail dan One Piece) Vocaloid, dan Idol Grup jepang SCANDAL,
    11. Member yang jarang aktif di Social Media
    12. Ngga terbiasa dengan Jejaring sosial, terutama Twitter, namun berusaha untuk aktif berjejaring sosial menyapa fans.
    13. Mengoleksi Action Figure (terutama One Piece).
    14. Selain menjadi seorang idola, diasta juga bercita-cita menjadi seiyuu.
    15. Diasta mantan vokalis Voice Of June (Band), Summer Sound (Band), Girlfriend (Group Dance Cover), GirlsOfficial / GO! (Group Dance Cover)
    16. Diasta wota Hello!Project sering mencover lagu Buono! dan C-ute bersama grup nya dulu, walaupun akhirnya masuk ke 48 Family XD
    17. Penyuka Anime dan Game, 3 diantaranya yang sering ia mainkan yaitu MMORPG yang dulu pernah booming, game "robot2an" online, dan japan life
    18. pernah mengira kalau Ghaida cowok
    19. Penggemar Rilakkuma
    20. Olahraga yang disukai adalah renang
    21. Warna kesukaannya pink
    22. Mengoleksi action figure
    23. Grup musik yg disuka selain AKB48 dan sisternya: beberapa diantaranya Morning Musume dan sister2-nya, perfume dan tokyo joshiryuu. Juga menyukai band seperti Tokyo Jihen dan Judy & Mary
    24. Mahasiswi jurusan Arsitektur
    25. Memiliki keahlian bermain piano. Sewaktu Meet and Greet ia pernah memainkan Tifa's Theme, theme song-nya Tifa Lockhart, karakter favoritnya di FFVII: Advent Children
    26. Diasta pernah meng-cover dance lagu AKB48 Seifuku ga Jama wo Suru beberapa tahun sebelum di JKT48.
  • Annisa Athia

    Annisa Athia

    "Cosplay dan ramen itu favoritku, Keahlianku menggambar, Aku akan menggambar senyuman dihatimu, Yoroshiku Aku Nichan!" yup! ini adalah salah satu Jikoshoukai milik member JKT48 2nd generation, yaitu Annisa Athia... kali ini saya mau ngepost propil member JKT48 yang satu ini... yaudah langsung cuss... oh iya, Nisa oshi saya loh!

    Nama Lengkap : Annisa Athia Zainun Faqiha
    Tanggal Lahir : 8 Oktober 1997
    Golongan Darah : AB
    Zodiak : Libra
    Tinggi Badan : 153cm
    Nama Panggilan : Ni-Chan

    berikut sedikit penampakannya :D


    1. nama lengkapnya Annisa Athia Zainun Faqiha

    2. makanan kesukaannya itu Ramen
    3. menyukai warna putih
    4. film yang disukainya adalah film action
    5. genre musik yang disukainya adalah Rock & Jazz
    6. olahraga yang disukai hanya bersepeda (berdua dengan saya)
    7. Nichan dulunya adalah seorang cosplayer
    8. bahkan, waktu audisi Nichan berpakaian ala Tifa Lockhart, tokoh yang ada di Final Fantasy VII
    9. sangat menyukai anime One Piece, dan tokoh kesukaannya adalah Monkey D Luffy
    10. saat ditanya kenapa suka Luffy (bukan saya), Nichan sendiri menjawab "kalau Luffy itu unik, banyak makan tapi tetap kurus ^^"
    11. Nichan sangat suka kata kata yang memotivasi, apalagi kata-kata motivasi dari Mario Teguh
    12. merupakan fan fanatik dari AC Milan dan Manchester City
    13. memiliki keahlian menggambar yang hebat
    14. Nichan mengaku mempelajari Bahasa Jepang melalui anime Jepang yang sering ditontonnya
    15. memelihara binatang Gecko, ia beri nama Perona, Moria, Natsu & Atoli
    16. waktu SMK, ia pernah menyamar menjadi laki laki untuk mengerjai temannya
    17. status Nichan saat ini masih Trainee *hiks
    18. tokoh yang ia sukai untuk dijadikan Cosplay adalah Asuna dari anime Sword Art Online
    19. orangnya kadang polos, kadang rempong :v
    20. Nomor Audisi-nya adalah 007
    21. Cita citanya ingin menjadi Desainer baju Jepang untuk anak muda
    22. Saat Final Audition di Jepang, ia menyanyikan lagu Maki Otsuki - Memories (ending 1 One Piece)
    23. Artis yang ingin ia temui adalah Atsuko Maeda (Acchan)

    Udah dulu ya... Segini dulu aja... Belum nemu lagi... Yang mau nambahin tinggal comment...


  • Aki Takajo

    Aki Takajo

    "Ryokucha, Mugicha, Oolongcha. Demo Yappari... Akicha"
    Nama                 : Aki Takajo
    Tanggal lahir        : 3 Oktober 1991
    Gol Darah           : B
    Horoskop           : Libra
    Tinggi Badan       : 166.5 cm
    Nama Panggilan  : Akicha
    Facebook
    Twitter
    Google+
    Instagram
    1. Akicha lahir di Fukuoka
    2. Member kenkyuusei yang paling cepat dipromosikan ke dalam team inti
    3. Termasuk kedalam generasi ke-6 kenkyuusei AKB48
    4. Dipromosikan ke dalam Team A pada tanggal 29 Desember 2008
    5. Teman dekat Kitahara Rie
    6. Oshimennya Noro Kayo (SDN48)
    7. Makanan favoritnya strawberries, lemon, dan asinan plum
    8. Minuman favorit Akicha adalah Milk Tea
    9. Suka dengan musim gugur
    10. Anak ke-2 dari 3 bersaudari
    11. Tidak suka duren :v
    12. Artis favoritnya YUI dan Girl Next Door
    13. Suka dengan isho Hagavi
    14. Single AKB48 favoritnya adalah Iiwake Maybe
    15. Jago main tennis
    16. Hewan kesukaan Akicha adalah anjing, dan dia mempunyai anjing yang bernama Win-Kun
    17. Termasuk dalam unit French Kiss bareng oshimen owner :v(Yukirin)
    18. Suka baca majalah nonno
    19. Nama adiknya Jui Takajo, dan nama kakaknya Kizuki Jyui
    20. Drama yang pernah diperankan Akicha adalah Majisuka Gakuen dan Majisuka Gakuen 2
    21. Setiap pagi dan petang Aki suka makan Umeboshi
    22. Jika bisa ke luar negri, dia ingin pergi ke Swiss
    23. Dia bisa tidur cepat dan tidak bermimpi
    24. Dia bisa juling loh matanya :v
    25. Dia bergabung dengan art club
    26. Aki sangat suka dengan almarhun kakeknya
    27. Dia bisa niru Togepi (pokemon)
    28. Dia suka memasak ku kecil yang dimasak dengan microwave
    29. Dia berbicara pada pembukaan PV Oogoe Diamond
    30. berhenti mengikuti ekstrakulikuler tennis semenjak masuk AKB48
    31. Akicha ditransfer ke JKT48 atas keinginannya sendiri
    32. Perform pertamanya di Theater AKB48 pada tanggal 19 Oktober 2008, menggantikan Kojima Haruna, dan pada saat itu ia membwakan Team A 5th stage "Renai Kinshi Jourei"











    NB: Khusus Akicha dan Haruka tidak ada video profile member^^
  • Rica Leyona

    Rica Leyona

    "Seperti kopi, segarkan hari-harimu~ Aku Rica"
    Nama                : Rica Leyona
    Tanggal Lahir     : 19 Agustus 1991
    Golongan Darah : O 
    Horoskop           : Leo
    Tinggi Badan       : 152 cm
    Nama Panggilan   : Rica
    Facebook
    Twitter
    Google+
    Instagram
    @leyonarica

    1. Rica lahir di Bogor
    2. Punya 2 adik cewek, adiknya yang satu lulus SD dan yang satu lagi lulus SMA
    3. Rica mempunya 2 kucing, diberi nama mucul dan ucul
    4. Agamanya Rica Islam
    5. Member tertua di JKT48
    6. Suka kartun Spongebob
    7. Satu-satunya member yang udah kerja, tapi juga udah resign, karena sulit membagi waktu antara JKT48 dan pekerjaan
    8. Kakinya pernah masuk jari-jari sepeda
    9. Rica suka dengan aksesoris kalung
    10. Suka warna hitam, pink, merah, biru
    11. Hobinya nyanyi, dance, renang, dan hangout bareng teman-temannya
    12. Suka makan kornet kering goreng dan nasi goreng
    13. Angka kesukaannya 19
    14. Rica ternyata kidal
    15. Karena suka kartun Spongebob, jadinya dia juga suka boneka Spongebob
    16. Oshinya di AKB48 itu tomochin, takamina, sae, sayaka
    17. Suka ama buah jambu dan melon, gak suka ama buah strawberry
    18. Pandai meracik kopi dan berbagai macam kopi
    19. Rica mempunyai Certificate Coffe Master
    20. Lulusan D3, pas kuliah ambil jurusan perhotelan
    21. Cemilan favoritenya astor (tau kan astor :v)
    22. Waktu audisi dia bernomor urut 38, dan Rica membawakan lagu J Rock - Ceria
    23. Minuman kesukaannya Rica Coffe tapi yang gak pekat dan pahit
    24. klub bola favorit Rica adalah Manchester United
    25. Adik-adik Rica awalan namanya R juga (namanya rahasia ya :p)
    26. Paling takut ama ulat bulu
    27. Pernah masuk salah satu blog member AKB48
    28. Bercita-cita jadi dokter bedah, katanya ingin menyelamatkan banyak orang
    29. Rica suka semua episode Spongebob
    30. Pendapat Rica tentang haters: Kalau aku pribadi gak terlalu peduli dengan yang mereka bilang :) 
    31. Ukuran sepatu Rica 36-37
    32. Bangga bisa tampil di AMI Award
    33. Rica awalnay pas audisi kenal ama yang namanya L*** tapi si L*** gak lolos, abis itu kenalan deh ama Nju :v
    34. Pertama kali RIca jadi entertain yaitu sebagai member JKT48 
    35. Rica bisa naik + ngendarain motor
    36. Harapan Rica ke depan ingin jadi diri sendiri dan gak mau sombong, pengen bahagiaan orang tua juga dia :)









  • Frieska Anastasia Laksani

    Frieska Anastasia Laksani

    "Tenang dan Easy Going, aku Frieska"
    Nama : Frieska Anastasia Laksani
    Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 4 Maret 1996
    Gol. Darah : O
    Tinggi Badan : 158cm
    Nama Panggilan : Frieska, Tasya, Empris
    Profile Frieska Anastasia Laksani on Youtube
    Facebook
    Twitter
    Google+
    Instagram

    Frieska Fact:
    • Frieska adalah adik kandung dari Melody JKT48


    • Suka dengan boneka Cookie Monster dan Toy Story


    • Satu sekolah dengan Dhike di salah satu SMA di Bandung
    • Tempat yang paling pengen dikunjungi Roma & Barcelona
    • Frieska paling takut sama kecoa
    • Seorang Cules (Fans Barcelona) dan Liverpudlian (Fans Liverpool)

    • Pemain bola paling disukai David Villa & Daniel Agger
    • Oshimen di AKB48 yaitu Kojima Haruna
    • Mengidolakan Marcello Tahitoe (Ello)
    • Grup band kesukaannya Maroon 5, alasannya menyukai Maroon 5 lagunya bikin kecanduan dengerinnya   
    • Selain Maroon 5 band kesukaannya ialah Linkin Park  
    • Cita-citanya itu ingin jadi Duta besar atau Pebisnis
    • Melody, Frieska, dan Ibunda mereka lahir dibulan yang sama, yaitu Maret
    • Kalo lagi bosen biasa dia nonton DVD atau baca novel atau masak-masakan
    • Suka makan dan minuman Rice Crackers & Susu Kedelai
    • Frieska dulu pernah memilihara ayam, dan ayamnya diberi nama "Akong"
    • Ternyata dia suka main game PS "Sailor Moon" biasa mainnya bareng sama kakaknya tapi kalo    Frieska kalah pada saat main udahan main PSnya sambil marah-marah
    • Suka semua model rambut dari pake poni sampai gak pake poni, belah tengah juga pernah..
    • Addicted Coffee sejak kelas 2 SD awalnya dibuatin papahnya dan sampai sekarang suka
    • Kopi favoritenya Caffe Latte dan Black Coffee 
    • Suka makan kentang goreng 
    • Frieska suka jajan cimol
    • Frieska lebih suka masak bareng sama papanya katanya lebih seru  
    • Suka semua genre musik
    • Frieska menyukai buah mangga,melon dan duku 
    • Warna favorite biru dan coklat
    • Pengen banget bisa main alat musik Saxophone 
    • Makanan favoritenya saat dibulan Ramadhan adalah kerupuk banjur dengan sambal oncom buatan mamahnya
    • Selalu pakai selimut kalau makan sahur, soalnya katanya di Bandung dingin
    • Tampil 39 kali di show teater setlist Pajama Drive generasi pertama, mengisi unit song 19 kali di lagu Tenshi no Shippo dan 19 kali di lagu Temodemo no Namida (satu show Frieska datang terlambat sehingga tak main di unit song). Presentase jumlah penampilan Frieska di setlist Pajama Drive generasi pertama adalah 57%
    • Hanya mengisi suara rekaman di lagu Heavy Rotation pada album Heavy Rotation
















    Frieska Anastasia Laksani
  • Copyright © 2013 - 2014 All Right Reserved

    Desa Kolekan Powered by Blogger - Designed by ArDIANdRizki